Sabtu, 10 Desember 2011

Pertumbuhan ekonomi kian melemah

        Perunbuhan ekonomi dunia kian melemah karena krisis antara lembaga kian saling berpengaruh buruk. Masalah utamanya adalah melemahnya pertumbuhan dan neraca dari pemerintah, badan keuangan dan masyarakat yang saling berpengaruh negatif antara satu dengan yang lain.
Kinerja perekonomian di sejumlah Negara berkembang telah membaik, namun di beberapa Negara lain pertumbuhan perekonomian diperkirakan terlalu pesat diperlukan sejumlah kebijakan guna mengatasi situasi persaingan perekonomian yang mulai memanas. Bagi sejumlah Negara dengan ekonomi yang maju, keberlanjutan fiscal harus dipulihkan melalui rencana konsolidasi yang matang, namun tidak terlalu cepat karena akan merusak pemulihan ekonomi dan lahan pekerjaan. Kuncinya adalah dengan memperjelas strategi jangka menengah untuk menstabilkan dan kemudahan mengurangi rasio utang.
Dengan menggunakan strategi tersebut, kebijakan fiscal yang  dipercaya menghemat anggaran masa depan menciptakan kesempatan untuk membantu pertumbuhan ekonomi saat ini, tentunya dengan konsolidasi yang lebih lambat. Keadaan ekonomi saat ini mengecewakan dan kurangnya rasio pertumbuhan telah meningkat.
Indonesia dapat meningkatkan  pertumbuhan ekonominya guna ditopang oleh peningkatan kegiatan investasi dan peningkatan ekspor yang sejalan dengan akan semakin pulihnya ekonomi Negara-negara maju tujuan ekspor Indonesia.pertumbuhan perekonomian Indonesia yang terus meningkat semakin mengecilnya surplus transaksi berjalan yang disebabkan oleh semakin menungkatnya impor barang modal yang diperlukan untuk menompang pertumbuhan industri manufaktur.
Namun, gejala peningkatan harga-harga komoditas di pasar dunia mempunyai dampak ganda, yaitu di satu pihak meningkatnya pertumbuhan perekonomian dan di lain pihak meningkatnya tekanan inflasi dalam negeri. Untuk lebih meningkatkan peluang pertumbuhan perekonomian Indonesia ke depan, disarankan adanya beberapa tindakan seperti merenofasi peraturan yang memberikan keluwesan lebih besar bagi pengusaha dalam pemempatan dan penghentian tenaga kerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar